Lebih lanjut dirinya menyampaikan bahwa Indonesia dengan kebudayaan timurnya sangat berbeda dengan budaya barat.
“Kalau di luar, membakar kita suci dikatakan kebebasan berekspresi. Kalau di Indonesia kan pasti tidak. Jadi, norma-norma yang di barat itu, belum tentu sama dengan kita,” tambahnya.
Ia menambahkan bahwa mengkritik oknum sama sekali tidak bermasalah. Namun, jika institusi secara keseluruhan yang dibawa, tindakan tersebut kurang baik dilakukan.
“Maksudnya mungkin baik. Mengkritik oknum. Tetapi, jangan kemudian membawa institusi. Itu yang menjadi masalah. Tidak bisa kita memukul rata suatu profesi atas kesalahan sejumlah oknum dalam tubuh institusi tersebut,” tutupnya. (mro)










