Kemping yang diikuti oleh sekurangnya 150an peserta dari sekitar 50an keluarga kali ini, memang terbilang spesial. Selain berada di ujung tahun, juga dalam rangka merayakan hari jadi yang pertama Borneo Camping Family. “Memang tak semua anggota yang berjumlah 132 orang bisa hadir karena berbagai kesibukan, tetapi momen ini spesial bagi kami karena dalam rangka tasyakuran telah melewati satu tahun bersama dalam sebuah organisasi bernama Borneo Camping Family ini,” ujar Ketua BCF Yan Andria.
Meski sangat baru sebagai organisasi, namun pada dasarnya para anggota BCF ini adalah orang-orang yang sebelumnya menyukai kegiatan di alam terbuka, khususnya kemping di alam. Kesamaan hobi bepergian membawa keluarga dan bermalam dengan mendirikan tenda inilah, yang kemudian membuat para penikmat kemping yang awalnya berlibur sendiri-sendiri menyatu dalam sebuah wadah.
Jika kita lihat latar belakangnya, para anggota ini memang orang-orang yang menyukai kegiatan petualangan. Banyak di antara mereka ini yang terbiasa kemping bersama komunitasnya sendiri seperti kelompok pencinta alamnya, offroader maupun pesepeda motor yang hobi touring maupun kegiatan petualangan lainnya seperti arung jeram, mendaki gunung hingga pemancing yang kerap keluar-masuk pelosok dan sebagainya. Namun biasanya mereka bepergian sendiri tanpa membawa istri maupun anak-anak jika berkegiatan sesama komunitas petualangannya saja. “Di BCF-lah kesempatannya untuk membawa istri dan anak-anak, karena memang kegiatannya lebih soft tidak ekstrem-ekstrem benar,” kelakar pria yang biasa disapa Yansu ini.
Dari sisi usia pun, kata Yansu, para peserta kemping keluarga di BCF yang digelar di Pantai Pak Lotay pada Sabtu-Minggu lalu ini lebih beragam. Dari mulai yang paling tua berusia 70an tahun hingga membawa cucu maupun anak-anak usia sekolah dasar pun bisa mengikutinya. “Bahkan kali ini, ada satu keluarga yang mengajak serta bayinya yang baru berusia 2,5 bulan,” pungkasnya. (*r)










