Menanggapi tudingan tersebut, Jokowi menyebutnya sebagai upaya framing jahat. “Kapan, di mana, atau siapa yang saya utus, nggak pernah ada, ya. Jangan menjadi framing jahat seperti itu, nggak baik,” ujar Jokowi.
Sekretaris Jenderal PDIP itu sendiri tengah menjadi sorotan usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap yang melibatkan Harun Masiku. Jokowi menanggapi isu tersebut dengan santai, menyebutnya sebagai hal yang biasa terjadi di tengah dinamika politik.
Dengan tegas, Jokowi meminta agar segala tuduhan yang tidak berdasar dihentikan. “Jangan sampai mencederai demokrasi dengan menyebarkan informasi yang tidak benar,” tutupnya.










