Jimmy Carter, Mantan Presiden Amerika Serikat, Meninggal di Usia 100 Tahun

Jimmy Carter dan Gerald Ford saat menghadiri acara bersama di Panama City, Tahun 1989. sumber: Dematteis/REUTERS

Meskipun hanya menjabat satu periode, Carter menikmati masa pasca-kepresidenan yang panjang dan produktif. Sebagai veteran Angkatan Laut dan penganut Kristen yang taat, ia terus aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan melalui The Carter Center. Kegiatannya meliputi memerangi penyakit, mendukung hak asasi manusia, dan mempromosikan perdamaian global.

Pada 2015, Carter mengungkapkan bahwa ia didiagnosis menderita kanker otak. Namun, ia terus melampaui ekspektasi dengan menjalani kehidupan yang penuh dedikasi hingga akhir hayatnya.

Jimmy Carter meninggalkan warisan sebagai sosok pemimpin yang rendah hati dan berkomitmen pada nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai presiden yang paling lama hidup dalam sejarah AS, ia menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya yang mendambakan pemimpin dengan integritas dan cinta tanpa pamrih.