JAKARTA – Ketua Satuan Tugas Perumahan, Hashim Joyohadi Kusumo, mengungkapkan komitmen dari dua negara Timur Tengah, Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA), untuk membantu program pembangunan rumah dan apartemen bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia. Rencana ini bertujuan mendukung target pemerintah untuk membangun 15 juta unit rumah dalam lima tahun mendatang.
Hashim menyebutkan, Qatar telah menyatakan kesiapannya untuk membangun total 6 juta rumah. Rinciannya, pemerintah Qatar akan membangun 5 juta unit, sementara 1 juta unit lainnya akan dibangun oleh seorang filantropis dari Qatar. Di sisi lain, pemerintah Uni Emirat Arab berkomitmen membangun 1 juta rumah di Indonesia selama periode lima tahun.
“Dari Qatar sudah ada komitmen untuk membangun 6 juta rumah, dan dari Uni Emirat Arab, sebanyak 1 juta unit. Totalnya, 7 juta rumah dalam lima tahun. Kami optimis ini dapat membantu memenuhi target Presiden Prabowo Subianto,” ujar Hashim dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (26/12/2024).
Hashim menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia menargetkan pembangunan 3 juta rumah setiap tahun hingga akhir periode lima tahun pemerintahan. Dengan target ambisius ini, diharapkan dapat tercapai 15 juta unit rumah dan apartemen pada 2029.
“Target kami adalah menyelesaikan pembangunan 3 juta unit per tahun, sehingga dalam lima tahun ini kami bisa mencapai 15 juta unit. Ini bukan hanya untuk kota-kota besar, tapi juga desa-desa di seluruh Indonesia,” tegas Hashim.










