Melihat Pameran Poster Pop Meets di Pasar Purnama

Kurator Pop Meets, Gusti Endah bercerita pameran ini merupakan ruang ekspresi budaya populer lintas seni. Salah satu upaya membuat sistem dukungan terhadap kreativitas yang tumbuh di Kota Pontianak dan kemungkinannya di masa depan.

 

“Pop Meets berkolaborasi untuk mempromosikan, memfasilitasi, dan berkontribusi pada terciptanya lingkungan yang inklusif, sekaligus menyajikan dampak budaya populer sebagai platform kegiatan,” katanya.

 

Budaya popular tersebut tidak hanya menjadi refleksi dari masyarakat, tetapi juga memengaruhi perilaku, pola pikir, dan nilai-nilai sosial. Tren media sosial, isu viral, konsumsi hiburan, hingga kebiasaan konsumen menjadi representasi gejala populer yang merajai kehidupan sehari-hari.

 

Pop Meets Pop #1 hadir dengan tema “Membaca Gejala”. Tema ini dipilih agar menjadi stimulus baik sebagai respon terhadap dinamika budaya populer maupun metode komunikasi visual kontemporer melalui format poster.

 

Selain pameran, Pop Meets juga menggelar Workshop Plang dan Art Market: Lapak Telos di tiga hari terakhir penyelenggaraan.

 

“Kami berharap pameran ini menjadi ruang ideal bagi seniman, ilustrator, desainer grafis, dan apresiator dapat bertemu melihat kreativitas, keragaman, keluasan, keterbukaan serta menjadi ruang transaksional dalam membangun ekosistem kreatif di Kota Pontianak,” tutupnya. (*r)