“Hari ini simulasi saya kira, untuk nanti pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terutama pada level SMA dan SMK, bisa menerapkan program makan siang gratis ini. Mudah-mudahan di tahun 2025, program ini bisa berjalan dengan baik. Memang diperlukan pendataan yang akurat, sehingga berkaitan dengan siapa saja siswa/siswi yang berhak,” ungkapnya di SMA 1 Pontianak.
Dirinya menyampaikan agar program makan bergizi gratis ini tidak hanya dapat mengentaskan isu gizi seperti stunting pada anak, tetapi juga dapat membantu mengangkat perekonomian lokal dengan UMKM sebagai penyedia.
“Saya berharap saat program ini berjalan juga bisa menjadi pengungkit bagi roda ekonomi terutama UMKM. Penyedianya saya harap adalah UMKM lokal yang bisa menyediakan. Dengan itu, program ini tidak hanya untuk mengentaskan stunting, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi lokal,” tuturnya. (mro)










