“Peluncuran Profil Keanekaragaman Hayati dan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Provinsi Kalimantan Barat ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat komitmen kita dalam melestarikan kekayaan hayati, sekaligus mendukung pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berorientasi pada masa depan,” ungkapnya dalam pembukaan Rapat Koordinasi Pokja Percepatan Pengelolaan Perhutanan Sosial Kalimantan Barat, Rabu (4/12/2024).
Menurutnya, Profil Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP Kehati) yang tengah disusun ini merupakan hal yang sangat penting sehingga ia mengarahkan agar kedua dokumen ini dijadikan sebagai rujukan utama dalam penyusunan berbagai dokumen perencanaan pembangunan lainnya.
“RIP Kehati harus menjadi dasar bagi perencanaan strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan dokumen rencana strategis perangkat daerah. Dengan demikian, kebijakan pembangunan kita akan selalu memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, sejalan dengan upaya mitigasi perubahan iklim, pelestarian ekosistem, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” tuturnya. (mro)










