Waspada PPOK, RSUD SSMA Berikan Penyuluhan

dr Nihayatus menambahkan, diagnosis PPOK dapat dilakukan melalui pemeriksaan klinis, tes fungsi paru (spirometri) serta pemeriksaan lanjutan seperti foto rontgen dada atau CT scan untuk menilai kerusakan paru-paru.

 

“Meskipun PPOK sulit disembuhkan, pengobatan yang tepat dapat membantu mengontrol gejala, memperlambat perkembangan penyakit, dan meningkatkan kualitas hidup,” lanjutnya.

 

Beberapa pilihan pengobatan yang umum digunakan seperti penggunaan obat bronkodilator untuk membuka saluran pernapasan, Kortikosteroid untuk mengurangi peradangan, terapi oksigen bagi pasien dengan gangguan pernapasan berat, dan rehabilitasi paru.

 

“Mari mulai dari sekarang lakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko terkena PPOK dengan berhenti merokok, hindari paparan polusi udara, lindungi diri dari debu dan zat berbahaya di tempat kerja, rutin pemeriksaan kesehatan, pakai masker, dan mengkonsumsi makanan yang bergizi,” pungkasnya. (rfk/*pkrs-humas/rsudssma)