Kepala Bidang Tata Ruang dan Pengendalian Dinas PUPR Kota Pontianak, Alfri, juga menyampaikan bahwa seminar ini merupakan instrumen penting untuk memberikan pemahaman kepada stakeholder tentang tata ruang.
“Ini kita selalu berupaya dari berbagai kegiatan, termasuk forum saat ini, Seminar Tata Ruang. Ini juga menjadi salah satu instrumen kita untuk dapat memberikan pemahaman tentang apa itu tata ruang, apa itu Rencana Detail Tata Ruang, apa itu zonasi atau peruntukan kawasan kepada seluruh stakeholder yang hadir pada saat ini,” ujar Alfri.
Alfri juga menyoroti upaya Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas PUPR dalam melibatkan berbagai pihak, mulai dari praktisi, akademisi, hingga pelaku usaha dalam proses penyusunan tata ruang.
“Dalam sejarahnya, kami Pemerintah Kota melalui Dinas PUPR, melaksanakan partisipasi publik dengan melibatkan banyak pihak. Di sini kita melibatkan praktisi tata ruang, para akademisi tata ruang, aktivis lingkungan hidup, organisasi mahasiswa perguruan tinggi yang ada di Untan, Panca Bhakti, dan Politeknik Pontianak, bahkan kita juga ajak para pengembang perumahan, asosiasi konsultan dan kontraktor, kemudian pemilik bangunan-bangunan besar seperti hotel. Terus ada juga pusat perbelanjaan, mall untuk dapat duduk bersama dan kita bicara mengenai tata ruang Pontianak. Tempo dulu, sekarang, dan masa depan,” jelas Alfri.
Seminar ini bertujuan agar menjadi langkah konkret dalam menciptakan tata ruang Kota Pontianak yang adaptif terhadap perubahan zaman, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan memastikan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.










