“Bisa saja jalan ditinggikan kalau ada genangan, tapi kan rumah nanti yang tenggelam. Makanya saya minta dari teman-teman di PU untuk memikirkan,” katanya.
Kepala Bidang Tata Ruang dan Pengendalian Dinas PUPR Kota Pontianak, Alfri, menyoroti tantangan geografis yang dihadapi Pontianak.
“Kemudian, dari sisi secara kontur geografis, Kota Pontianak ini kan terbentuk dari delta Sungai Kapuas, di mana permukaan air Sungai Kapuas hanya memiliki jarak 1 cm saja dari daratan. Berdasarkan peta daerah aliran sungai, hampir seluruh wilayah Kota Pontianak ini adalah DAS (Daerah Aliran Sungai). Itu sekitar 80,6% Daerah Aliran Sungai,” ungkapnya.
Alfri menegaskan bahwa kondisi geografis tersebut memerlukan strategi yang matang untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan tata ruang.
“Ini otomatis juga kita memerlukan strategi-strategi dalam hal bagaimana mencari solusi dari berbagai permasalahan tata ruang yang dialami Kota Pontianak,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Pontianak berencana melaksanakan kerja bakti, mulai dari pembersihan saluran air hingga normalisasi parit.
“Minimal itu, sama dari PU kewajibannya adalah memfungsikan pompa pintu air supaya paling tidak bisa berkurang. Namanya usaha. Kalau bisa menghilangkan genangan, mengurangi genangan juga mempercepat surutnya genangan itu sendiri kan upaya juga,” kata Edy. (RD).










