“Kalimantan Barat harus siap melakukan transformasi ekonomi dari ekonomi berbasis Sumber Daya Alam, terutama sektor pertanian, perkebunan, dan pertambangan ke sektor-sektor bernilai tambah tinggi melalui hilirisasi komoditas dadn industry manufaktur yang ramah lingkungan, serta tahan atas perubahan iklim dan bencana,” ungkapnya.
Ia pun mengajak segenap pengurus dan anggota KAGAMA Kalbar dan para pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kolaborasi yang lebih inklusif dan partisipatif agar senantiasa memberikan manfaat dan menjadi bagian dari solusi inovatif untuk pembangunan daerah Kalimantan Barat.
“Saya berharap Seminar Pra-Munas ini berhasil merumuskan beberapa pokok pikiran dan rekomendasi sebagai masukan bagi Pemprov Kalbar dan Musyawarah Nasional KAGAMA XIV dari berbagai praktek, baik dalam pengembangan inovasi sosial, pemberdayaan, dan pengembangan sosial ekonomi masyarakat,” tuturnya. (mro)









