“Itu adalah konsep cipta kondisi. Bagaimana cipta kondisi? Buat masalah, cipta reaksi, beri solusi. Solusinya apa? Saya harus sama-sama mengikuti itu. Saya tidak mau mengikuti cara seperti itu,” tuturnya.
Lebih lanjut ia menambahkan agar semua orang mengambil kesimpulan yang rasional dan tidak terpengaruh dengan elektabilitas yang baginya merupakan bentuk penggiringan opini.
“Ini perang opini. Makanya, opini itu ada suka, ada yang nggak. Ada yang percaya, ada yang nggak. Saya mah percaya Tuhan,” tutupnya. (mro)










