Sementara Kepala Disperpusip Pontianak Rendrayani menuturkan kaget dengan antusias penulis Kalbar. Dia memastikan sayembara cerpen akan kembali digelar tahun depan. Lomba ini menjadi ruang sosialisasi literasi yang baik, terbukti dengan jumlah peserta yang menyentuh angka 107.”Kualitas naskah para pemenang juga jempolan,” katanya.
Sayembara cerpen ini diharapkan dapat pula menjadi ruang apresiasi, dan agenda tahunan yang mendukung ekosistem sastra di Kalimantan Barat. Membaca deretan karya terpilih, dia yakin penulis Kalbar tak kalah dari penulis lain di Indonesia. Disperpusip pun berusaha mendorong hal tersebut dengan beragam kegiatan di Perpustakaan Kota.
Perihal hasil sayembara, Rendrayani menjelaskan, juri telah memilih 10 cerpen terbaik untuk dibukukan. Nantinya, masyarakat dapat membaca karya-karya tersebut di perpustakaan yang tersebar di Kota Pontianak. Dia pun berterima kasih kepada para peserta, dan pendukung kegiatan, yakni Kelas Ide dan Bank Kalbar.
Adapun daftar pemenang Sayembara Cerpen Membaca Pontianak 2024 sebagai berikut, Terbaik I Riak – Mia Islamidewi, Terbaik II Perbaikan Nilai – Rafi Izzuddin Ilmy, Terbaik III Sepenggal Kisah dari Seng Hie – Sugianto, Terbaik IV Virus Literasi – Nazwa Fathira, Terbaik V Wajah Gado-gado – Rizky Nur Ramadhan, Terbaik VI Sebuah Kesalahan – Ivana Clairine, Terbaik VII Gadis Penyendiri yang Pergi Saat Pagi – Agusti Syahara, Terbaik VIII Gulungan Perkamen dari Abad 18 – Issoykhun Supratmi, Terbaik IX Pontianak dan Sore Hari Itu – Ziscka Rayya Khairunisa Resa dan Terbaik X Tragedi di Tengah Sunyi – Gagah Ghaisan Atur Atman. (rfk/*disperpusip)










