“Persiapan terlebih dana kebanyakan dari kami. Kurang lebih, masing-masing untuk akomodasi, kami itu bayar Rp400 ribu. Itu sudah termasuk perlengkapan dan transportasi pulang pergi,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (18/9/2024).
Dirinya sendiri pun mengaku, bahwa kendala yang dialami oleh timnya adalah terbatasnya biaya yang didapatkan dan waktu yang mepet, sehingga mereka hanya bisa datang dengan bermodalkan semangat dalam diri mereka masing-masing.
“Tentu tidak semua tentang uang, tapi apapun itu tetap butuh uang. Jadi, kami terutama dalam waktu yang mepet hanya kurang lebih dua minggu ini, datang ke Pontianak dengan bermodalkan semangat,” tuturnya.
Di tengah keterbatasan yang ada pada SMK 1 Nanga Pinoh, dirinya memiliki harapan besar agar kegiatan tingkat provinsi dapat sering dilaksanakan sehingga anak-anak sekolah lain juga memiliki wadah penyaluran bakat dan minat mereka.
“Harapannya kegiatan tingkat provinsi dapat dilaksanakan dan disemarakkan dengan melibatkan setiap kabupaten sehingga teman-teman yang lain di kabupaten memiliki wadah penyalurannya. Kegiatan-kegiatan seperti ini kan pada dasarnya kami-kami sangat bersemangat. Kalau pemda bisa membantu kan lumayan,” tambahnya. (mar)











