PONTIANAK – Tingkat kepuasan masyarakat menjadi tolok ukur dalam mengukur keberhasilan pelayanan publik di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Dibutuhkan inovasi untuk memberikan kemudahan dan percepatan dalam pelayanan publik.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian menilai, untuk menciptakan sebuah inovasi, hal terpenting adalah bagaimana inovasi itu bisa memberikan kemudahan, cepat dan tidak berbelit-belit dalam pelayanan publik. Melalui kompetisi inovasi, diharapkan bisa menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat dan dampak luas bagi masyarakat.
“Saya berharap melalui Kompetisi Inovasi ini dapat memacu semangat para ASN di lingkungan Pemkot Pontianak dalam memberikan terobosan, baik di bidang pekerjaan maupun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya usai membuka Sosialisasi Kompetisi Inovasi Kota Pontianak di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (18/9).
Ia memaparkan, Pemkot Pontianak dalam bidang pelayanan publik telah berhasil mendapatkan penilaian terbaik. Tahun 2023 misalnya, diwakili tiga unit kerja di lingkup Pemkot Pontianak, pemantauan dan penyelenggaraan pelayanan publik memperoleh hasil sangat baik. Kemudian, dalam pengukuran Indeks Inovasi Daerah tahun 2024, untuk sementara Kota Pontianak masuk di jajaran kota sangat inovatif. Masa penilaian saat ini tengah berjalan.










