Lokakarya Penguatan Resiliensi Iklim Kota dan Kabupaten

 

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB mengatakan dampak bencana alam semakin terasa nyata dan sistemik, berjenjang dan bermata rantai.

 

“Saat ini siklon tropis Yagi sedang melanda 5 negara di ASEAN. Badai yang semakin kuat, banjir yang lebih sering, kekeringan yang merusak hasil pertanian dan perubahan pola cuaca ekstrem lainnya telah menjadi tantangan sehari-hari terhadap daerah di seluruh Indonesia,” ujarnya.

 

Oleh karena itu, penguatan resiliensi iklim kota dan kabupaten sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan yang ada.

 

Pada lokakarya kali ini, BNPB dan ICLEI menghadirkan paparan mengenai studi kasus kota resiliensi dari Kota Semarang, Jambi dan Yogyakarta. Di samping itu, beragam topik didiskusikan dengan para narasumber dari ICLEI, Kementerian Dalam Negeri, BNPB, Komnas Disabilitas, dan KLHK.

 

Sementara itu, ICLEI merupakan jejaring global yang bekerja sama dengan lebih dari 2.500 pemerintah kota dan kabupaten di lebih 125 negara. Forum ini memfokuskan pada advokasi terhadap kebijakan berkelanjutan dan mendorong aksi lokal untuk pembangunan yang rendah emisi, berbasis alam, adil, berketahanan dan sirkular.(rfk/*pusdatin bnpb)