LI juga mempertanyakan peran pihak pengelola. “Kami merasa bahwa Yayasan yang bertanggung jawab kurang memperhatikan kondisi pemakaman. Seharusnya ada upaya nyata untuk memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan keamanan, terutama menjelang ritual penting seperti sembahyang kubur,” tegasnya.
Menanggapi berbagai keluhan ini, masyarakat berharap ada tindakan cepat dari pihak terkait. “Kami berharap Ketua Yayasan segera mengambil langkah perbaikan. Tradisi sembahyang kubur adalah bagian penting dari budaya kami, dan seharusnya tidak terhambat oleh masalah-masalah seperti ini,” tambah Anton.
Dengan kondisi yang ada, diperlukan kerjasama antara pihak Yayasan, pemerintah setempat, dan masyarakat untuk memastikan bahwa ritual sembahyang kubur dapat dilaksanakan dengan khidmat dan aman.(ro)










