Namun, keputusan ini memicu kontroversi. Sejumlah kader muda Muhammadiyah dengan tegas menolak izin tambang tersebut, mengkhawatirkan dampak lingkungan yang bisa terjadi serta pelanggaran terhadap prinsip-prinsip dasar organisasi. Mereka berpendapat bahwa menerima izin tambang bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh Muhammadiyah.
Meski demikian, PP Muhammadiyah berjanji akan menerapkan standar pengelolaan yang ketat untuk meminimalisir dampak negatif. “Kami akan memastikan pengelolaan tambang ini dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan prinsip-prinsip keberlanjutan,” tambah Haedar.
Dengan keputusan ini, Muhammadiyah berada di persimpangan antara menjaga integritas nilai-nilai organisasi dan memanfaatkan peluang ekonomi dari izin tambang.(ro)










