Strategi Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan PT AMNL

 

PT AMNL aktif menjalankan program pencegahan kebakaran hutan dan lahan yaitu dengan mengembangan teknologi dalam penerapan sistem peringatan dan deteksi dini seperti; pemutakhiran peta rawan kebakaran lahan, penerapan dan otomatisasi sistem peringkat bahaya kebakaran, melakukan patroli wilayah, menggunakan sistem deteksi dan verifikasi hotspot berbasis informasi satelit melalui aplikasi GeoSMART Fire Hotspot Monitoring System dan penggunaan CCTV deteksi kebakaran lahan.

Selain itu juga melakukan penguatan kapasitas sumber daya dan prosedur kesiapsiagaan yaitu; memiliki 75 personil tim inti KTD, pelatihan bersama Manggala Agni, pelatihan internal dan pemenuhan sarana dan prasarana pemadam kebakaran lahan sesuai standar regulasi. PT AMNL juga aktif berkoordinasi degan sejumlah pihak dalam program pencegahan karhutla.

 

“Perusahaan telah menerapkan kebijakan zero fire dalam wilayah operasional dan sekitarnya. Hal ini merupakan komitmen bisnis Perusahaan yang berkelanjutan untuk mencegah terjadinya karhutla. Sehingga kegiatan apel siaga ini rutin kami lakukan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan perusahaan, instansi terkait dan tentunya masyarakat. Karena diperlukan kerjasama berbagai pihak untuk mencegah terjadinya karhutla,” ucap Susanto Yang selaku CEO Perkebunan Sinar Mas Wilayah Kalimantan Barat, yang menaungi PT AMNL.

 

Upaya pencegahan kebakaran terus dilakukan PT AMNL terutama hingga musim kemarau berakhir, yang diprediksi berlangsung hingga awal bulan September mendatang. Selain apel siaga, kedepannya perusahaan akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di sekitar perkebunan. Selama dua tahun terakhir sejak 2022 terjadi penurunan jumlah karhutla di Kabupaten Ketapang, tepatnya kecamatan Nanga Tayap di lokasi operasional PT AMNL. (rfk/*r)