Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Semoga almarhum Raymond Simon diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.
Dalam musibah meninggalnya tamu hotel tersebut, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Antonius Trias, mengonfirmasi bahwa hasil visum tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan. “Saat ditemukan, korban tergeletak di kamar mandi dengan posisi tangan memegang dada,” kata Kompol Antonius Trias, Sabtu (29/6).
Selain itu, polisi menemukan obat-obatan untuk penyakit hipertensi diantara barang bawaan korban, mengindikasikan bahwa korban mungkin telah mengalami serangan penyakit. “Korban bersama tim staf kepresidenan lainnya berencana pulang ke Jakarta pada Jumat pagi itu. Namun, saat dihubungi, korban tidak menjawab telepon. Pihak hotel mencoba membuka pintu kamar yang terkunci dari dalam, dan memerlukan waktu hampir dua jam untuk membukanya,” tambah Kompol Antonius Trias.
Jasad Raymond Simon telah dibawa kembali ke Jakarta untuk disemayamkan. Raymond, yang berasal dari Sambas dan berdomisili di Cikupa, Tangerang, berada di Kalbar bersama tim Kantor Staf Kepresidenan dalam rangka verifikasi lapangan terkait kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah di wilayah tersebut.(ro).










