“Sekarang setiap pulang Kantor Wali Kota saya juga ke Kantor Gubernur untuk menyelesaikan tugas di Badan Kepegawaian Daerah (BKD), biasanya paling lambat pulang setelah Salat Isya,” tuturnya.
Menurut Ani Sofian, kedisiplinan dan kerja keras itu dilakukan sebagai bentuk syukur karena diberikan kepercayaan mengemban jabatan tertinggi suatu dinas sampai kepala daerah. Ia pun berharap hal serupa turut dilakukan ASN di Pemkot Pontianak.
“Semampu saya lakukan dalam hari ini, sehingga esok sudah lanjut dengan pekerjaan yang lain. Kemudian direncanakan sebelum datang bekerja akan melaksanakan apa, sudah disusun dalam pikiran kita,” pesannya.
Menjadi ASN berarti diberikan kepercayaan oleh masyarakat untuk melayani dan membangun daerah. Tidak semua orang bisa menjadi ASN. Terbukti dengan jumlah tenaga kontrak di lingkup Pemkot yang masih tinggi.
“Untuk itu tenaga kontrak nanti kalau sudah jadi ASN jangan malah malas-malasan, ada yang waktu tenaga kontrak rajin dan disiplin tetapi ketika sudah diangkat performanya berkurang,” pungkas Ani Sofian. (rfk/*kominfo)










