PONTIANAK – Gubernur Harisson menyampaikan bahwa inflasi di Kalimantan Barat sedikit mengalami peningkatan dari 2,72% pada bulan April menjadi 2,84% pada bulan Mei. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh harga makanan, minuman, dan tembakau..
“Jika kita perhatikan lebih detail, inflasi di Kalbar ini tertinggi terjadi di Kabupaten Ketapang dengan angka 3,37% dan Kayong Utara dengan 3,33%. Di sisi lain, Kota Singkawang memiliki inflasi terendah di angka 2,09% dan Pontianak di angka 2,65%. Saya harapkan Bupati Ketapang dan Penjabat Bupati Kayong Utara untuk benar-benar memperhatikan inflasi di daerahnya. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga terus berupaya melakukan pengendalian inflasi dengan menjaga stok dan distribusi bahan pokok untuk kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut Harisson menjelaskan beberapa bahan pokok yang berkontribusi terhadap inflasi, seperti cabai merah, bawang merah, beras, dan di Kabupaten Ketapang, ikan gembung juga menjadi salah satu pemicunya.
Dirinyapun mengingatkan kepada para distributor untuk tidak menaikkan harga bahan pokok secara berlebihan, terutama bawang merah.










