Tentukan Arah Baru Pemajuan Kebudayaan Kalbar

 

Ruang komunikasi itu sedianya bisa menjembatani proses kreasi, apresiasi dan kemungkinan sinergitas antarkomunitas seni budaya di Kalimantan Barat. Termasuk kemitraan dengan stakeholder di pemerintahan.

 

Selain diskusi, peserta dari 14 kabupaten kota se Kalbar juga diajak menyusuri sungai Kapuas. Menikmati musik tanjidor sembari mengeksplorasi makna ketergantungan pelaku seni pada sungai. Secara harfiah, sungai menjadititik awal eksistensi manusia. Sebagian peradaban dimulai dari sungai hingga menjadi warisan budaya.

 

Sebagai langkah konkret dalam pertemuan ini, diinisiasilah pembentukan Badan Musyawarah Pemajuan Kebudayaan Kalimantan Barat. Badan ini akan jadi jembatan proses dialog, menentukan posisi, dan nilai tawar penguatan ekosistem kebudayaan di Kalimantan Barat. Termasuk garda terdepan dalam melestarikan, mengembangkan dan mempromosikan kekayaan budaya daerah.

 

“Kegiatan ini menjadi pertemuan bersejarah bagi peristiwa kebudayaan Kalimantan Barat dimana terjadi pertemuan lintas generasi, ajang silaturahmi, dan menandai keberagaman budaya yang terus tumbuh di Kalimantan Barat sebagai bentuk perluasan praktik baik dan mengakar pada ekosistem lokal yang berkelanjutan dan inklusif,” tutupnya. (rfk/*r)