Inflasi Kalbar di Angka 2,72 % (y-o-y)

*Pusat Pinta Realisasikan APBD untuk Kendalikan Inflasi

 

PONTIANAK –  Mendagri, Tito Karnavian menjelaskan bahwa angka inflasi nasional masih dalam target yaitu 3% year-on-year (y-o-y). Beliau menyampaikan kabar baik bahwa dari bulan Maret ke April, inflasi nasional turun dari 0,5% ke 0,25%. Namun, Mendagri juga menekankan perlunya perhatian khusus pada sektor transportasi, makanan, minuman, dan tembakau.

 

Berdasarkan Data dari BPS Inflasi Per-Provinsi (y-o-y) tersebut angka Inflasi Daerah Provinsi Kalimantan Barat berada di angka 2,72 % atau berada di peringkat ke sebelas, Inflasi Terendah ditempati Provinsi Papua sebesar 1,78% sedangkan Inflasi tertinggi ditempati Provinsi Gorontalo sebesar 4,56%.

 

“Kami akan mengambil tindakan tegas terhadap daerah-daerah dengan angka inflasi tinggi yang tidak menunjukkan upaya serius dalam pengendalian inflasi. Kemudian, tak lupa apresiasi dan penghargaan kepada daerah-daerah yang telah menunjukkan kinerja baik dalam menurunkan inflasi”, tegas Mendagri Tito.

 

Data ini terungkap dalam kegiatan Rapat Koordinasi Perkembangan Inflasi Daerah yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Jenderal Pol (Purn) Prof. Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D secara Daring di Ruang Data Analisis Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Senin (13/5) dan diikuti oleh Gubernur Kalimantan Barat, dr. H. Harisson, M.Kes, didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Ignatius IK,S,H.,M.Si., Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Barat, Harry Ronaldi M, S.E., M.M, dan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero, S.P, M.Si,

 

Selain itu Mendagri juga sudah berkomitmen dengan Menteri Keuangan untuk menyiapkan anggaran sebesar 1 Triliun untuk dibagikan 3 kali per empat bulan jadi untuk bulan Mei atau Juni ini segera kita akan sampaikan Pemberian Penghargaan Dana Insentif Daerah (DID) sebesar 10 Milyar bagi 33 daerah yang dipilih, baik Provinsi maupun Kabupaten / Kota sehingga akan disiapkan anggaran sebesar 330 Milyar untuk diberikan kepada daerah yang penanganan Inflasinya terbaik selama 4 bulan dan nantinya akan berlanjut untuk 4 bulan berikutnya hingga total insentif yang disiapkan berkisar di angka 1 Triliun Rupiah.

 

Kemudian Mendagri Tito Karnavian juga mengingatkan terkait Bahan Kebutuhan Pokok yang perlu diwaspadai kelangkaannya, untuk itu dilakukan mekanisme dengan gerakan menanam atau dengan mengambil stok pada daerah yang surplus.

 

“Untuk bawang putih perlu update realisasi dan distribusinya, serta beras meskipun turun harganya tapi ada beberapa daerah yang masih diatas harga pemerintah, untuk itu penyerapan harus dilakukan oleh BULOG serta jagung juga perlu dipikirkan supaya masyarakat kita, rakyat, Petani Kita dapat menyiapkan stok kita untuk persiapan di bulan Juli atau Agustus bila terjadi kekeringan”, jelasnya.