Namun, ia menyebut bahwa tantangan yang dihadapi Bank Kalbar tidaklah sedikit. Perubahan kondisi ekonomi dan regulasi yang dinamis menuntut adanya adaptasi dan inovasi yang terus-menerus. Oleh karena itu dalam RUPS kali ini, Ani Sofian juga menyoroti pentingnya pengembangan produk dan layanan yang lebih inklusif serta strategi keuangan yang berkelanjutan.
“Dalam rangka untuk menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat,” imbuhnya.
Menurutnya, RUPS Luar Biasa Bank Kalbar juga menjadi ajang untuk berbagi informasi, mengumpulkan masukan dan membahas langkah-langkah strategis untuk menjaga kinerja perusahaan ke depan.
“Oleh karenanya dibutuhkan komitmen bersama untuk memajukan sektor keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Kota Pontianak,” pungkasnya. (rfk/*r)










