Pemungutan suara pada hari Kamis tersebut bertepatan dengan pertemuan Dewan Keamanan yang dijadwalkan beberapa minggu lalu untuk membahas situasi di Gaza, yang diperkirakan akan dihadiri oleh para menteri dari beberapa negara Arab.
Palestina yang berstatus pengamat di PBB sejak 2012 – telah melakukan lobi selama bertahun-tahun untuk mendapatkan keanggotaan penuh di PBB.Kini AS kembali mengeluarkan veto atas upaya Palestina itu. Lagi, Palestina gagal menjadi anggota penuh PBB. Veto yang dilakukan oleh sekutu utama dan pendukung militer Israel itu telah diperkirakan menjelang pemungutan suara.
“AS masih berpandangan bahwa jalan paling cepat menuju kenegaraan bagi rakyat Palestina adalah melalui perundingan langsung antara Israel dan Otoritas Palestina dengan dukungan Amerika Serikat dan mitra lainnya,” kata seorang perwakilan AS kepada kantor berita Reuters sebelum pemungutan suara.
Adapun dalam votting terkait keanggotaan penuh palestina, 12 negara memberikan suara mendukung rancangan resolusi tersebut, yang diperkenalkan oleh Aljazair dan “merekomendasikan kepada Majelis Umum agar Negara Palestina diterima menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa”. Untuk disahkan, resolusi Dewan Keamanan memerlukan setidaknya sembilan suara setuju dan tidak ada veto dari lima anggota tetap, yakni AS, Inggris, Prancis, Rusia dan Cina.
*Kecaman Hamas
Kecaman kepada AS pun berdatangan usai veto itu. Salah satunya dari, kelompok militan Palestina, Hamas, mereka mengutuk Amerika Serikat (AS) yang mencoba mengakhiri upaya Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB.
“Hamas mengutuk veto Amerika di Dewan Keamanan terhadap rancangan resolusi yang memberikan Palestina keanggotaan penuh di PBB,” kata salah satu perwakilan Hamas dilansir AFP, Jumat (19/4).(rfk/ind)










