Kantor berita Tasnim mengutip dia yang mengatakan bahwa alasan serangan tadi malam adalah karena Israel telah melewati garis merah Iran. Bagheri juga mengatakan bahwa Iran telah menyampaikan pesan kepada AS melalui kedutaan Swiss bahwa jika Iran berpartisipasi “dalam gerakan agresif Zionis lebih lanjut melalui pangkalan atau aset militernya di seluruh kawasan, dan ini terbukti kepada kami, pangkalan, aset, dan personelnya di wilayah tersebut.” wilayah ini tidak akan memiliki keamanan”.
Dia menambahkan: “Kami juga akan melihatnya sebagai agresor dan bereaksi sesuai dengan itu.” Mohammad Bagheri mengatakan operasi tersebut “mencapai semua tujuannya” dan tidak ada operasi lebih lanjut yang direncanakan jika Israel tidak merespons, menurut komentar yang disampaikan oleh Tasnim. Dia menambahkan serangan itu tidak menargetkan kepentingan sipil atau ekonomi, melainkan berfokus pada aset militer, khususnya pangkalan intelijen di Gunung Hermon yang digunakan untuk memfasilitasi serangan terhadap konsulat Iran di Suriah, serta Pangkalan Udara Nevatim di gurun Negev. tempat jet tempur Israel yang menargetkan konsulat diluncurkan. Bagheri mengatakan keduanya “hancur dan cacat secara signifikan” dan memperingatkan bahwa Iran mampu melancarkan serangan “puluhan kali lebih kuat”.(rfk/ind)










