“BNPB telah sebarkan peta rawan bencana, pahami betul daerah-daerah yang rawan banjir, longsor dan cuaca ektrem. Setiap daerah sudah ada datanya sehingga ketika bergerak dari satu titik ke tiik lain betul-betul waspada jangan sampai kejadian kecelakaan akibat kondisi alam menjadi pengalaman baik agar tidak terjadi,” tuturnya.
Suharyanto bersama jajaran pejabat di lingkungan BNPB dan perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yaitu Akhmad Jazuli selaku Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah dan Satriyo Nurseno selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur, bertolak dari Bandara Juanda dengan menggunakan Helikopter tipe Bell 412 menuju wilayah Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro.
“BNPB dengan Pemprov Jawa Timur melakukan pemantauan udara terkait potensi bencana karena kita sedang menjalani hari raya. Secara umum kita lihat dari atas, untuk arus balik belum terjadi dan berdasarkan pantuan prediksi cuaca relative baik, mudah-mudahan para pemudik yang kembali ke tempat kerjanya dapat berjalan baik dan lancar,” pungkas Suharyanto.
Sementara itu Akhmad Jazuli mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyebar posko di seluruh kabupaten dan kota.
“Selain semua kabupaten kota siaga poskonya, (Pemerintah Provinsi) Jawa Timur ada titik utama yaitu Surabaya, Kediri, Magetan, Malang, Banyuwangi dan Bangkalan. Ini semua yang terhubung dengan BPBD Provinsi Jawa Timur,” tuturnya.(rfk/pusdatin bnpb)










