Dia juga menegaskan bahwa mitos lain yang beredar di masyarakat adalah klaim bahwa penggunaan obat diabetes secara terus-menerus dapat merusak ginjal. Padahal, ketidakpatuhan dalam mengkonsumsi obat diabetes akan menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang kemudian memberatkan kerja ginjal dan dapat menimbulkan gangguan pada organ tersebut.
Sunarya menambahkan bahwa anggapan umum bahwa “diabetes adalah penyakit turun-temurun” juga tidak sepenuhnya benar. Meskipun ada riwayat diabetes dalam keluarga, itu tidak selalu berarti keturunannya juga akan mengalami penyakit yang sama.
“Diabetes bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan ideal,” sebutnya.
Selain itu, mitos bahwa “diabetes dapat disembuhkan” juga perlu dipahami dengan baik. Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang tidak memiliki obat penyembuh, namun pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk mengelola kadar gula darah agar tetap dalam batas normal.
“Pemahaman mengenai perbedaan antara mitos dan fakta seputar penyakit diabetes sangat penting untuk menjaga kadar gula darah tetap terkendali. Dengan mematuhi anjuran dokter dan menerapkan lima pilar penatalaksanaan diabetes, kita dapat mengendalikan penyakit ini agar tidak semakin memburuk,” tutupnya (rfk/*PKRS-Humas/RSUDSSMA)










