“Jadi selain dilakukan pemeriksaan, obat-obatan juga telah kami siapkan supaya langsung diobati,” terangnya.
Ketua Perdoski Cabang Pontianak dr Yuliana Teguh, Sp.D.V.E.,FINSDV,FAADV mengungkapkan, pihaknya menyambut baik program PSC yang peduli dan konsen pada kesehatan anak-anak panti asuhan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kesehatan kulit anak-anak panti asuhan.
“Jangan sampai anak-anak ini terkena penyakit kulit yang akan mengganggu aktivitas mereka,” ungkapnya usai melakukan pemeriksaan di Panti Asuhan Nur Fauzi.
Ia menuturkan, dokter yang terlibat dalam pemeriksaan kulit anak-anak panti asuhan di antaranya dr Yuliana Teguh, Sp D.V.E.,FINSDV,FAADV, dr Herni, Sp.D.V.E., FINSDV, dr Arie Rakhmini, Sp.Sp.D.V.E dan dr Irvin Aldikha, Sp.D.V.E. Dari hasil pemeriksaan di kedua panti asuhan tersebut, terdapat sejumlah anak yang menderita penyakit kulit. Jenis penyakit kulit yang diderita antara lain penyakit kulit scabies dan yang lainnya penyakit kulit ringan seperti berketombe dan gatal-gatal kulit biasa akibat jamur. Untuk penanganan ekstra dan eksklusif ini, PSC telah menyiapkan berbagai macam obat-obatan untuk diberikan gratis kepada anak-anak yang menderita penyakit kulit.
“Adapun nama obat-obatan yang diberikan adalah Citirizin, Methyl Prednisolon 4mg, Mikonazole Nitrat krim, Fucydin krim, Ketokonazole krim, Hidrokortison krim, Mometasone dan shampo ketomed,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Proyek Senyum Cemerlang (PSC) atau Projekt Strahlendes Lächeln e.V., merupakan sebuah Non Government Organization (NGO) yang berkedudukan di Leipzig, Jerman. Lembaga ini konsen pada penanganan kesehatan anak-anak panti asuhan. Saat ini, ada tiga kota di Indonesia yang menjadi lokasi program PSC, yakni Makassar, Enrekang dan Pontianak. Esie Hanstein merupakan salah satu penggagas PSC. Ia merupakan dosen Bahasa Indonesia di dua universitas ternama di Jerman. (rfk/*r)










