El Nino Diprediksi Berakhir Mei, Digantikan La Nina Bulan Juli

Cuaca Ekstrem, salah satu dampak La Nina (sumber: int)

BMKG Beber Wilayah yang Bakal Paling ‘Terpanggang’ Musim Kemarau
La Nina membuat Indonesia mengalami hujan lebih sering, risiko banjir, suhu udara lebih rendah di siang hari dan banyak badai tropis.

Sementara itu, prediksi serupa juga diungkapkan pakar dan lembaga klimatologi dunia bahwa La Nina bakal muncul di pertengahan 2024.

Institute for Climate and Society (IRI) menyebut peluang La Nina adalah nol selama musim dingin boreal (belahan bumi utara, Desember-Maret) dan musim semi 2024 (Maret-Juni).

“Namun peluang klimatologisnya (La Nina) mencapai musim panas boreal 2024 (Juni-September), La Nina menjadi kategori yang paling mungkin terjadi pada Juli-September 2024 dan seterusnya,” demikian keterangan resmi IRI. Baik El Nino maupun La Nina keduanya sama-sama bagian dari El Nino-Southern Oscillation (ENSO), anomali Sea Surface Temperature (SST) di Samudera Pasifik di pantai barat Ekuador dan Peru.(rfk/nd)