Peringati Hari Gizi Nasional, Penanganan Stunting Masih Menjadi Fokus Pemerintah Daerah

“Melakukan aksi gizi memiliki tujuan agar remaja putri nanti memiliki status gizi yang optimal yang akan menjadi calon seorang ibu agar dapat mencetak generasi emas,” ucapnya.

Banyak permasalahan-permasalahan lainya yang mempengaruhi kesehatan gizi seperti pergaulan, kesehatan fisik, kesehatan mental, perkawinan anak dan lainya. Selain itu juga ada kesehatan reproduksi, HIV/AIDS, sanitasi, Penyakit Tidak Menular, Narkoba, hidup sehat dan kekerasan.

“Mengatasi hal ini diperlukan kerjasama antara Pemkab Ketapang, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan organisasi profesi kesehatan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kita untuk mulai meningkatkan kualitas hidup generasi muda di Kabupaten Ketapang,” terang dr. Feria.

dr. Feria berharap dengan Aksi Bergizi Akbar ini akan timbul keinginan dan kesadaran remaja untuk turut berpartisipasi aktif dalam mempercepat penurunan stunting.

“Saya harapkan program ini terlaksana dengan baik dan berkelanjutan di sekolah, serta menginspirasi banyak pihak lainnya di Kabupaten ketapang bahkan di Provinsi Kalimantan Barat untuk ikut berkontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting,” harapnya.

Kegiatan Aksi Bergizi Akbar 3000 siswi ini terdiri dari Siswi (pelajar/remaja putri) perwakilan dari masing-masing sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat yang ada di lingkungan kota Ketapang dengan tujuan untuk pencegahan stunting di usia remaja, melalui perbaikan dan pemenuhan gizi.(rfk/nfl)