Dalam rangka pengendalian inflasi dimana instruksi dan petunjuk Presiden bahwa pemerintah daerah harus bisa mengurangi beban hidup dan perekonomian masyarakat, oleh karena itu Gubernur Kalbar, dr.Harisson,M.Kes menyalurkan dan serahkan bantuan bahan pangan kepada warga.
Kegiatan penyerahkan bahan pangan itu juga dalam rangka memperingati HUT Pemerintah Provinsi Kalbar ke 67. Bersamaan diwaktu dan tempat yang sama dilakukan penyerahan bantuan CSR dari Bank Kalbar sebanyak 200 paket bahan pangan, yang diserahkan oleh Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi.
Penyerahkan bahan pangan itu sendiri berkolaborasi bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalbar dan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Provinsi Kalbar, dalam hal ini Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalbar,Windy Prihastari Harisson, S.STP., M.Si., selaku Ketua Umum BK3S Kalbar di Aula Kantor TP-PKK Kalbar Jalan Sutoyo Pontianak, Kamis (25/1).
Mengawali sambutannya, Pj. Gubernur menjelaskan bahwa inflasi ini merupakan biaya hidup atau proses peningkatan harga-harga secara umum dan terus-menerus.”Harga-harga kebutuhan pokok naik ini bukan karena kesalahan pemerintah, tetapi memang situasi di dunia sedang tidak menentu seperti terjadinya perang saat ini yang dampaknya sampai ke Indonesia,” jelas Harisson.
Dirinya menambahkan selain terjadinya perang di negara lain yang mempengaruhi Indonesia, dampak inflasi juga terjadi pada kondisi cuaca seperti el nino.
“Kadang-kadang kemarau panjang, kadang-kadang sekarang terjadi curah hujan yang tinggi yang menyebabkan banjir dimana-mana. Akibatnya terjadi gagal panen (beras) pasokan menjadi turun sedangkan permintaan meningkat. Ini yang menyebabkan beban bagi masyarakat akan semakin tinggi seiring dengan meningkatnya harga bahan pokok,” tambahnya.
Pj. Gubernur mengungkapkan, melalui Instruksi Presiden Republik Indonesia yang meminta Kepala Daerah untuk selalu membantu dan mengurangi beban hidup masyarakat dengan cara mengendalikan inflasi di daerah-daerah masing-masing.
“Pak Jokowi, Presiden kita selalu berpesan kepada kami Gubernur, Bupati dan Walikota untuk terus membantu masyarakat. Kami ini disuruh terus mengendalikan harga. Memang ada harga yang naik tetapi tidak boleh melambung tinggi hingga 100 atau 200 persen seperti negara lain,” ungkapnya.
Selain itu, Pj Gubernur Kalbar kembali mengungkapkan bahwa Presiden RI juga meminta Kepala Daerah untuk selalu memberikan bantuan sembako untuk masyarakat yang membutuhkan uluran tangan dari Pemerintah.
“Disisi lain kami harus memberikan bantuan-bantuan sembako untuk bapak/ibu, sedikit mengurangi beban bagi masyarakat. Inilah yang diminta oleh Presiden kita dan hari ini kami membagikan sembako secara merata di seluruh Kalbar dan sudah dilaksanakan sejak tahun lalu,” ujar Harisson menutup sambutannya.(rfk/*wnd)










