Asisten Menteri Perdagangan dan Manufaktur Australia, Tim Ayres Berkunjung ke Indonesia

Asisten Menteri Perdagangan dan Manufaktur Australia, Tim Ayres (foto:int)

Minggu ini, Asisten Menteri Perdagangan dan Manufaktur Australia, Tim Ayres  akan berkunjung ke Indonesia untuk memperkokoh komitmen  dalam memperkuat perdagangan dan investasi dengan salah satu negara tetangga terdekat. Demikian siaran pers yang diterima faktakalbar.id dari Kedubes Australia di Jakarta.

“Indonesia merupakan rumah bagi lebih dari 270 juta penduduk dan akan menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2040. Australia berada di posisi tepat untuk menjadi bagian dari pertumbuhan ini. ” jelas Tim Ayres.

Menyusul peluncuran laporan penting Pemerintah Albanese, Invested: Australia’s Southeast Asia Economic Strategy to 2040, Tim Ayres akan bertemu dengan sejumlah menteri Indonesia, serta Indonesia Investment Authority untuk membahas cara-cara membuka peluang ekonomi bagi kedua negara dan kawasan ini.

Selama di Jakarta, beliau akan berbicara di depan forum komunitas Foreign Policy Community of Indonesia mengenai potensi hubungan Australia-Indonesia. “Saya juga menantikan untuk bertemu dengan para pebisnis serta investor Indonesia dan Australia untuk mendengar gagasan mereka dalam meningkatkan kemitraan ekonomi kita.” ujarnya.

Menjelang KTT Khusus ASEAN-Australia pada bulan Maret, dimana Australia sebagai tuan rumah, pihaknya akan menghadiri pertemuan di Sekretariat ASEAN di Jakarta untuk melihat bagaimana Australia dapat meningkatkan perdagangan  di bawah perjanjian perdagangan bebas ASEAN yang baru saja diperbaharui.

“Saya juga akan mengunjungi proyek produksi susu yang didukung oleh Australian Centre for Agricultural Research (ACIAR), dan KONEKSI, sebuah kemitraan antara Australia dan universitas-universitas di Indonesia untuk menangani ketahanan air dan energi. Australia akan sepenuhnya bekerja sama dengan Indonesia untuk mewujudkan potensi ekonomi dari hubungan kita, serta mendukung diversifikasi perdagangan para eksportir kita dalam pasar yang penting ini.” beber Tim Ayres. (rfk/*r)