“Hasil jajak pendapat yang dilakukan Roy Morgan menunjukkan akan ada keberlanjutan dari kebijakan Presiden Joko Widodo saat ini, dengan partainya, PDIP, akan menjadi pemenang besar pada pemilu tahun depan,” tambahnya.
Namun survei jajak pendapat ini dilakukan sebelum tiga kandidat unggulan resmi mengumumkan pasangan calon wakil presidennya (cawapres) dan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengonfirmasi pencalonannya pada akhir Oktober 2023. Pemilihan cawapres diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap hasil pemilu.
Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD resmi mendaftar ke KPU pada 19 Oktober 2023. Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming resmi mendaftar pada pekan berikutnya pada 25 Oktober 2023.
Survei Utting Research
Lembaga Utting Research dari Australia juga dikabarkan membuat hasil survei terbaru capres RI. Di mana, Prabowo-Gibran masih memimpin 44%, sementara Anies-Cak Imin mengekor dibelakangnya dengan 28% suara dan Ganjar-Mahfud 21%.
Disebutkan ada lonjakan pendukung Anies pasca debat, di mana ada sedikit penurunan suara Prabowo. Survei dirilis 4 Januari lala.
“Pascadebat pilpres pertama, Utting Research mencatat kenaikan mencolok jumlah pemilih dari capres Anies Baswedan sebesar 6%,” kata Managing Director Utting Research John Utting dalam rilisnya.
“Berdasarkan survei politik nasional pascadebat dengan 1.200 responden yang dilakukan langsung setelah pelaksanaan debat, dukungan terhadap Anies Baswedan meningkat 6%, tambahan suara signifikan yang membuatnya menjadi kontender (penantang) kuat dalam pertarungan,” tambahnya.
“Hasil survei menunjukkan Anies Baswedan mendapatkan 28% suara,” ujarnya.
Debat pertama disebut, menjadi peristiwa yang pivotal di dalam rangkaian pilpres. John pun Anies unggul karena dianggap tampil mengesankan di performa debat pertamanya.
“Sebanyak 41% pemilih menganggap Anies Baswedan sebagai kandidat paling impresif (mengesankan) dalam debat, melampaui Prabowo 36% dan Ganjar 20%,” tambahnya di rilis itu.
Perlu diketahui Utting Research menangani riset pemilu dan kampanye di sejumlah negara. Termasuk di Australia, Selandia Baru, Asia Pasifik, Amerika hingga Uni Eropa.(rfk/ind)










