Papua- Massa iringan-iringan penjemput jenazah mantan gubernur Papua, Lukas Enembe di Jayapura berdampak rusuh dan kerusakkan yang membuat miris semua pihak. Aksi massa diduga diprovokasi OPM.
Dalam iring-iringan penjemputan jenazah tersebut, terjadi aksi pengrusakkan, pelemparan hinggan pemukulan. Bahkan seorang jurnalis juga mengalami tindakan penganiayaan. Polisi mencatat 25 rumah toko (ruko) dibakar massa saat kerusuhan pengantaran jenazah mantan Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura, Papua. Selanjutnya tujuh aparat TNI-Polri dilaporkan terluka dalam insiden itu. Pj Gubernur Papua juga alami cidera serius hingga harus dievakuasi keluar Papua.
“Kita dari aparat keamanan ada 7 TNI Polri, sopirnya Karo Ops, dan tim saya, sopir saya itu juga kena,” ujar Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri kepada wartawan di Jayapura, Kamis (28/12) malam, seperti dilansir faktakalbar,id dari detik.
Irjen Mathius menegaskan pihaknya dapat mengontrol situasi keamanan di Jayapura. Pihaknya saat ini sedang mengantisipasi pascapemakaman Lukas Enembe nantinya.










