Warga Diminta Waspada, Cuaca Ekstrem Saat Nataru

ilustrasi foto angin kencang disertai hujan deras (foto:int)

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebutkan potensi bencana hidrometeorologi basah akan tinggi pada musim hujan 2023/2024. Bencana hidrometeorologi basah contohnya banjir, longsor, dan angin kencang.

Berdasarkan prakiraan BMKG pada periode Natal dan tahun baru (nataru), curah hujan di Indonesia akan meningkat pada akhir 2023 dan awal 2024. Ini berpotensi bencana banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah.

Dwikorita menyampaikan wilayah-wilayah yang perlu diwaspadai adalah yang berpotensi banjir seperti daerah aliran sungai (DAS), bantaran sungai, dan lereng-lereng bukit. “Banjir tidak selalu terjadi karena hujan lebat. Hujan biasa saja juga bisa menimbulkan banjir, terutama di wilayah yang memiliki lahan kritis,” kata Dwikorita, dari rilis laman resmi BMKG pada Jumat (22/12).

Guna mengantisipasinya, Dwikorita mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan potensi bencana banjir dan tanah longsor. Selain itu, masyarakat diminta selalu update informasi dari BMKG melalui aplikasi ataupun media sosial.(rfk/ind)