Harisson Menohok KONI, “Pilih Pemimpin yang Kaya”

Gubernur Kalbar, dr.Harisson,M.Kes saat meyampaikan sambutan pada Raker KONI Kalbar (foto:rudi)
Dalam Rapat Kerja Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalbar 2023-2024, Gubernur Kalimantan Barat dr. Harisson, M.Kes. dalam sambutan yang dihadiri seluruh pengurus KONI Kabupaten Kota serta pengurus Cabang Olah Raga Provinsi ,berkomentar menohok. Pilihlah ketua KONI itu orang kaya.
Pernyataan Harisson disela-sela sambutan nya itu bukan tanpa alasan. Ia mengatakan dengan kondisi keuangan pemerintah daerah yang tidak bisa maksimal menyalurkan dana hibah untuk pembinaan olah raga prestasi, diharapkan para ketua KONI bisa mengusahakan pembiayaan,kalau perlu dengan uang pribadinya.
“Kita semua tahu kondisi anggaran daerah yang sulit untuk membiayai secara maksimal olah raga prestasi. Kita harus cubit sana sini pos anggaran lain. Sebenarnya tanggung jawab pemda itu adalah di bidang sapras olah raga. Hibah yang digelontorkan diakui masih kurang.Itu dialami semua pemda kabupaten kota.Oleh karena itu pilihlah ketua KONI itu orang kaya, jadi bisa mengusahakan kekurangannya,kalau perlu dari kantong pribadinya sendiri,” ucap Harisson yang disambut tepuk tangan, tertawa bahkan ada peserta Raker KONI  yang mengacungkan jempol.
Rapat Kerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2023 dengan tema “Menyongsong PON XXI Tahun 2024 di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) , Kalbar Siap Berprestasi” bertempat di Ballroom Takalar Hotel Mahkota, Kamis (21/12).
Usai membuka raker tersebut kepada wartawan Harisson mengatakan, melalui Rapat pengurus KONI Tingkat Provinsi se Kalimantan Barat ini diharapkan dapat menyusun strategi yang tepat untuk mempersiapkan diri menatap PON pada tahun 2024 bulan September di Aceh dan Medan (Sumatera Utara) mendatang.
“Kita sebenarnya punya banyak atlet – atlet yang berprestasi dan ini yang saya harapkan dapat terus disusun strategi untuk mempersiapkan mereka agar dapat lebih berprestasi lagi sehingga nanti capaian capaian prestasi kita di PON 2024 di Aceh dan Medan itu akan jauh meningkat dari pada sekarang. Saya berharap paling tidak kita mendapatkan delapan sembilan sampai sepuluh emas ya Pak ya untuk target di PON di Aceh dan Sumatera Utara.
Harisson menegaskan, bahwa saat ini sedang fokus dalam penyelesaian Gedung Olahraga (GOR) terpadu yang baru. Dan diprediksi akan selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Dengan dibangunnya GOR yang baru tersebut, pria kelahiran Palembang ini berharap mampu menunjang event-event  olahraga lainnya seperti Voli, Basket, Futsal dan lain lain serta multi event indoor.
“Berbeda dengan Pangsuma itu kan memang sudah sudah lama sekali dan memang sudah tidak melakukan renovasi makanya kita berharap GOR yang baru nanti menjadi andalan kita di Kalbar. Kita bertekad untuk membuat satu GOR terpadu yang benar benar representatif yang bisa menunjang prestasi dari atlet atlet kita. Dan diperkirakan GOR ini akan selesai pada bulan juni atau juli tahun 2024,” timpalnya.
Di tempat yang sama, Ketua Umum KONI Kalbar Fachrudin Siregar mengungkapkan bahwa Raker Provinsi ini untuk mengevaluasi serta menyatukan persepsi terhadap kegiatan Pra PON yang sudah dilaksanakan tahun ini, dimulai dari bulan Mei.
“Alhamdulillah, semenjak kita gelar Pra PON dapat meloloskan beberapa atlet, kalau kemarin hanya 67 atlet dan sekarang ini 126 atlet yang lolos. Jadi peningkatannya itu kurang lebih 100 persen. Harapan kami juga dari peningkatan yang lolos ke Pra PON Aceh, tentu peningkatan juga peluang di perolehan medali untuk Kalimantan Barat nanti,” ucap Fachrudin Siregar.
Dirinya juga berharap, dengan dilaksanakannya rapat ini dapat dilakukan evaluasi bersama, mulai dari bagaimana penerapan Pelatdanya, Pra PON, dan untuk PON sendiri.
“Dan kita juga memohon dukungan dari Bapak Gubernur untuk bisa memberikan anggaran kepada kita yang cukup, terkait persiapan untuk keberangkatan atlet karena ini cukup jauh Aceh dan Medan. Kita tahu bahwa selama pelaksanaan PON di Aceh dan Medan tempatnya cukup jauh dan mencar-mencar kalau di aceh itu ada di Sabang kemudian di Aceh Tengah jauh itu malah dekat Medan, kalau gak salah saya kegiatan triathlon jauh. Terus di Medan pun sama bukan hanya di kota Medan saja, banyak lagi nanti di Danau toba hingga ke Pematang Siantar. Hal inilah yang kita bahas semua hari ini mudah-mudahan ada keputusan bersama kita pada hari ini penerapan dan maksimal kita dalam mengikuti PON bagi atlet dan pelatihnya,” timpal Fachrudin.(rfk/rfa)