Perhimpunan Pengusaha Holtikultura Indonesia (PPHI) dan Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh) mendesak pemerintah untuk menyetop sementara ekspor bubuk daun kratom ke Amerika Serikat (AS).
Mereka khawatir ekspor kratom yang menuai masalah beberapa bulan terakhir ini akan menimbulkan kerugian kepada masyarakat Indonesia dan mengurangi devisa negara. Dua organisasi tersebut juga sudah mengirim surat terbuka kepada Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.
Ketua Pengurus Pusat Koprabuh Yohanis Cianes Walean mengatakan pihaknya sudah melakukan evaluasi dalam dua bulan terakhir terkait ekspor kratom ke AS.
“Memberhentikan sementara eskpor kratom dengan tujuan USA, sampai adanya tata kelola yang disepakati mengarah kepada kratom bermutu, fair price, adil pada produsen dan pengguna yang mengutamakan pada mutu untuk ekspor,” kata Yohanis seperti dilansir faktakalbar.id dari cnn.
Yohanis menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi penyebab kekacauan ekspor kratom. Pertama, selama ini sistem pembayaran kratom dilakukan dengan cash on delivery (COD) atau dilakukan setelah hasil uji laboratorium.
Menurutnya, kebijakan ini dikeluarkan oleh American Kratom Assosiation (AKA) tanpa memberikan standar operasional prosedur (SOP) yang dapat diterima para stakeholder.
“Semua resiko ditanggung oleh eksportir kratom Indonesia. Termasuk resiko jika barangnya ditolak di AS oleh buyer [selalu berkedok oleh FDA/custom], karena tidak bersih dari kontaminasi bakteri, logam berat, dan campuran bahan lain,” ujar Yohanis.










