Berdasarkan pengaturan mekanisme tersebut, kedua negara akan bekerja sama dalam memetakan rantai pasokan kendaraan listrik, melakukan studi ilmiah dan penelitian bersama, serta membina hubungan bisnis-ke-bisnis yang baru.
Mekanisme ini didasarkan pada kesepakatan sebelumnya antara Perdana Menteri Anthony Albanese dan Presiden Joko Widodo untuk memajukan kerja sama dalam ekosistem EV.
Hal ini juga menyusul pengumuman Kemitraan Iklim dan Infrastruktur Australia-Indonesia senilai A$200 juta yang diluncurkan oleh para pemimpin tahun lalu.(rfk/*r)










