Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza Mohammad Zakkout mengatakan “pembantaian yang lebih besar” akan terjadi di RS Indonesia.
Militer Israel dilaporkan masih menghujani kompleks RS Indonesia dengan tembakan artileri pada Rabu (22/11).
Jurnalis Al Jazeera Hani Mahmoud yang berada di RS Indonesia melaporkan “tembakan artileri masih terus-menerus terdengar dan berlanjut”. Staf medis telah menjadi sasaran (tembakan Israel) dan dibunuh dalam serangan terbaru,” kata Mahmoud.
“Sebagian besar fasilitas rumah sakit hancur,” paparnya menambahkan.
Mahmoud menuturkan staf RS Indonesia juga tidak bisa mengevakuasi jenazah warga Palestina yang tewas terbunuh di dalam rumah sakit.
“Dalam beberapa hari terakhir, kita tahu rumah sakit terpaksa menggali kuburan massal di halaman hanya untuk menguburkan sejumlah besar orang yang tewas akibat pengeboman dan serangan udara yang terus berlanjut terhadap rumah sakit tersebut,” papar Mahmoud seperti dikutip Al Jazeera.(rfk/ind)










