“Artinya, 800.000 hingga 900.000 orang akan kehilangan rumah sakit. Hal ini akan menyebabkan kematian banyak orang yang menderita penyakit jangka panjang atau terluka,” kata Al-Qudra.
Sebuah klip video pendek yang dibagikan oleh Kementerian Luar Negeri Otoritas Palestina menunjukkan personel medis di dalam fasilitas tersebut membantu seorang pria yang terluka di lantai. Sementara seorang pria lain memegang tabung dialisis yang tergantung di puing-puing.
Serangan ini mendatangkan kecaman dari Organisasi Kesehatan Internasional (WHO). Petugas darurat senior WHO mengaku masih terus mencoba berkomunikasi dengan RS Indonesia, menyusul laporan pemboman dan tembakan.
“Kami mencoba menghubungkan jalur komunikasi ke rumah sakit untuk mengetahui status pasien,” katanya dalam konferensi pers di PBB dari Gaza, dikutip CNBC International.
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengaku terkejut dengan serangan ini. Ia mengatakan seharusnya hal tersebut tidak terjadi.”Petugas kesehatan dan warga sipil tidak boleh mengalami kengerian seperti itu, terutama saat berada di dalam rumah sakit,” tambahnya di akun media sosial X.
Indonesia sendiri melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, mengutuk sekeras-kerasnya serangan Israel ke RS Indonesia Gaza. Apalagi hal itu menewaskan sejumlah warga sipil. “Serangan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional,” kata Retno pada keterangan persnya.
Retno menyebut semua negara, terutama yang memiliki hubungan dekat dengan Israel, harus bergerak. Masing-masing haus menggunakan segala pengaruh dan kemampuannya untuk mendesak dan menghentikan kekejaman Negara Zionis tersebut.
“Saya sendiri telah menghubungi UNRWA (Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina) di Gaza, untuk menanyakan situasi RS Indonesia dan memperoleh jawaban bahwa UNRWA juga tidak dapat melakukan kontak dengan siapapun di RS Indonesia saat ini,” jelasnya lagi.
“Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri masih hilang kontak dengan tiga orang WNI yang menjadi relawan di RS Indonesia,” tambahnya.
“Saya akan terus berusaha untuk menghubungi berbagai pihak, guna memperoleh informasi terkait RS Indonesia dan keselamatan 3 WNI tersebut. Koordinasi dengan MerC Jakarta juga terus kita lakukan. Dan mari kita doakan agar mereka selamat dan selalu diberi perlindungan Allah SWT.” (rfk/ind)










