Panas Nih !, Gorila El Nino Menuju Indonesia

El Nino yang berdampak kekeringan dan panas ekstrem dibeberapa bagian Indonesia diprediksi berlansung panjang hingga Pebruari 2024 (foto:int)

Menuju RI

Sementara itu, Erma juga menjelaskan apa yang terjadi saat El Nino tahun 2015. Saat itu, seharusnya situasinya sudah dalam fase menurun namun ternyata fenoeman El Nino masih hidup dan memanjang hingga lebih dari satu tahun.

Karena itu, fenomena yang terjadi bukanlah El Nino biasa. Michael McPhaden selaku ahli El Nino NOAA menyebutnya sebagai Gorila El Nino, karena terjadi dalam waktu lama dan intensitas yang tinggi.

“Pada saat itu, tidak ada satu pun model yang berhasil memprediksi El Nino akan sekuat itu dan bertahan selama itu,” katanya.

Erma mengatakan para peneliti masih menunggu apakah Indonesia akan mengalami situas yang sama. Namun dia menjelaskan jika El Nino naik dalam satu siklus hidupnya tidak berpeluang untuk mengalami penurunan.

Pemodelan dari Biro Meteorologi Australia menunjukkan adanya potensi intensitas El Nino yang menguat. Erma mengatakan apapun bisa terjadi karena pemodelan tersebut mengakomodasi kenaikan suhu Bumi mencapai 1,5 derajat.

BOM membuat pemodelan El Nino mengalami pergerakan dan menguat ke area 3 dan 4. Artinya menuju semakin ke barat mendekati Papua.

“Kalau pemodelan lain menunjukkan kondisi biasa, artinya El Nino akan menurun di bulan Februari nanti (2024). Tapi tidak dengan BOM, dengan faktor pemanasan global, El Nino ini diperkirakan akan terus menguat, bisa bertahan lama, yang kita sebut multiyears El Nino. Mirip tahun 2015,” pungkas Erma. (rfk/ind)