Panas Nih !, Gorila El Nino Menuju Indonesia

El Nino yang berdampak kekeringan dan panas ekstrem dibeberapa bagian Indonesia diprediksi berlansung panjang hingga Pebruari 2024 (foto:int)

El Nino jadi ancaman serius di Indonesia hingga tahun depan. Bahkan berpotensi dapat berubah menjadi Gorila El Nino. El Nino disebut jadi penyebab fenomena kenaikan suhu yang ada di Indonesia.

Ini diungkapkan dari kajian dan diskusi peneliti di Tim Variabilitas, Perubahan Iklim, dan Awal Musim Badan Riset dan Inovasi Nasional (TIVIPIAM-BRIN). Bahkan peristiwa kali ini diprediksi kian menguat dan menyerupai yang terjadi tahun 2015. Bisa juga menjadi jauh lebih ekstrem lagi.Demikian seperti dilansir faktakalbar.id dari cnbc.

Jika fenomena itu terjadi, Indonesia akan dilanda peningkatan kekeringan dan cuaca panas ekstrem. Ini juga diungkapkan melalui pemodelan dari Biro Meteorologi Australia (Bureau of Meteorology/ BOM), yang menyatakan suhu Bumi mengalami peningkatan suhu 1,5 derajat Celcius.

Sementara itu, puncak El Nino diperkirakan terjadi November 2023 hingga Februari 2024. Penyebabnya menurut Ketua Tim TIVIPIAM BRIN Erma Yulihastin, El Nino dan La Nina memiliki siklus hidup selama 9 bulan.

Jadi karena El Nino mulai Juni 2023 lalu, puncaknya akan terjadi sekitar November 2023 hingga Februari 2024 mendatang.

“Hasil kajian dan diskusi ter-update yang kami lakukan, jika melihat siklus hidup El Nino, dari pemodelan perhitungan indeks kekuatan El Nino itu sendiri, saat ini sedang menuju area 3, Samudra Pasifik semakin ke baratnya Peru,” katanya kepada CNBC Indonesia, beberapa waktu lalu.

“Setelah sempat ke level puncak di 3,5, levelnya di nino area 2 itu menyentuh 2,32. Artinya ada penurunan. Kalau sudah 3,5 itu bukan super El Nino lagi, tapi gorila El Nino,” tambahnya.

Dia menjelaskan saat penurunan akan terjadi transfer energi panas ke wilayah Samudera Pasifik yang makin ke Barat. Di mana ini akan ada peningkatan level di wilayah menuju level 2.