Dalam kesempatan yang sama Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi mengungkap ada sejumlah upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengendalikan harga dan stok beras, salah satunya melakukan importasi. Untuk diketahui penugasan impor tahun ini ada dua kali, pertama 2 juta ton dan 1,5 juta ton sehingga totalnya 3,5 juta ton.
“Apa yang dilakukan di beras? Tentunya percepatan untuk bongkar di beberapa port, ada 8 port kami pakai sehingga bongkarnya bisa cepat sehingga bisa didistribusikan,” terangnya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong produksi beras dengan percepatan tanam padi di sejumlah daerah. Seiring dengan percepatan itu, kebutuhan akan produksi juga harus dipenuhi seperti pupuk.
“Pupuk itu jadi satu keharusan harus, kita siapkan di 26 ribu kios seluruh Indonesia bekerja sama dengan Pupuk Indonesia Holding, kita harus pastikan pupuk tersedia dan tepat waktu,” ujarnya.(rfk/ind)










