Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor barang dari Israel selama periode Januari – September 2023 mencapai US$14,4 juta. Sementara pada 2020, total nilai impor barang dari Israel tercatat sebesar US$56,5 juta; pada 2021 sebesar US$26,5 juta dan 2022 mencapai US$47,8 juta.
Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan importasi dari Israel boleh dilakukan meskipun negara itu belum memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia. Musababnya, impor barang dari Israel dilakukan secara Business to Business (B2B) antar pelaku usaha di kedua negara. “Kalau kita tidak memiliki hubungan diplomatik tidak berarti secara ekonomi kita tidak boleh melakukan hubungan dagang. Tetap bisa dilakukan karena ini business to business sifatnya,” ujar Amalia dalam konferensi pers, Senin (16/10).
Amalia menambahkan, komoditas utama yang diimpor Indonesia dari Israel adalah HS 84 berupa mesin peralatan mekanis dan baginnaya; HS 82 berupa perkakas dan peralatan dari logam tidak mulia; dan HS 85 berupa mesin perlengkapan elektrik dan bagiannya. (rfk/ind)










