Meskipun tidak memiliki hubungan bilateral dengan Israel, ternyata Indonesia kerap impor barang dari Israel. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor barang dari Israel selama periode Januari – September 2023 mencapai US$14,4 juta.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Budi Santoso angkat bicara soal adanya impor barang dari Israel. Budi menduga impor barang dari Israel bisa saja dilakukan melalui negara lain sebagai pihak ketiga. Menurutnya impor lewat negara ketiga membuat Kemendag sulit mengendalikannya. “Ya, kalau lewat negara lain kan asalnya [barang] dari negara ketiga itu ketahuannya,” ujar Budi, Rabu (18/10). Demikian seperti dilansir faktakalbar.id dari bisnis.com.
Kendati demikian, importasi tetap bisa dilakukan dari negara manapun selama barang terkait diperbolehkan negara untuk diimpor. Meskipun, negara-negara tersebut belum memiliki perjanjian dagang maupun hubungan bilateral dengan Indonesia. “Sepanjang memang dibolehkan impor ya kita terima,” kata Budi.










