Dalam penyusunan profil kehati ini, Pemprov Kalbar didukung oleh USAID SEGAR dan melibatkan instansi vertikal pemerintah pusat serta Bappeda dan organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi lingkungan hidup pada kabupaten/kota se-Kalbar, sektor swasta, akademisi, LSM, mitra pembangunan, dan para pakar yang bekerja dan memiliki data keanekaragaman hayati.
Di tataran perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, keanekaragaman hayati juga menyediakan manfaat ekonomi, seperti pada industri farmasi dan pertanian yang sangat bergantung pada bahan alami yang berasal dari sumber daya keanekaragaman hayati. “Kita mengenal berbagai jenis tanaman dan hewan yang memiliki nilai komersial penting dalam pengembangan obat-obatan, bahan bangunan, makanan, dan produk lainnya. Jika spesies-spesies ini punah, kita akan kehilangan peluang untuk mengembangkan inovasi dan mendukung pembangunan ekonomi di Kalimantan Barat,” ungkap M. Yodha Muhdiya, S.Si, M.Eng., Perencana Ahli Muda, Pengampu Urusan Penataan Ruang, Bappeda Provinsi Kalimantan Barat.
Keanekaragaman hayati juga memberikan manfaat sosial dan budaya. “Banyak masyarakat adat di Kalbar bergantung pada alam dan keanekaragaman hayati untuk merawat dan menjaga tradisi, pengetahuan, dan kearifan lokal guna keberlangsung kehidupan mereka. Kekayaan spesies-spesies unik dan endemik dengan habitat alami yang asri alami juga menjadi daya tarik dalam pengembangan ekowisata mina khusus dan ekonomi kreatif berbasis masyarakat, yang akan memberikan pengalaman dan sensasi tersendiri akan keindahan alam dan budaya jika dikelola secara adil dan lestari,” M. Yodha Muhdiya menambahkan.
Agusti Randi, pakar taksonomi, yang menjadi Ketua Tim Ahli Penyusunan Profil Kehati Kalbar, menegaskan profil kehati ini adalah sebuah dokumen publik yang disusun secara partisipatif dan inklusif. “Karena itu, kami sangat mengapresiasi beberapa peserta, seperti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, Yayasan PRCF-Indonesia, dan PT Kandelia Alam, yang menyatakan komitmennya berbagi pakai data, dan bahkan langsung menyetor data keragaman hayati yang dimiliki. Selanjutnya, tim ahli dan penyusun akan melakukan review dan validasi terhadap semua data yang masuk, agar data yang tersaji pada profil kehati ini bisa dipertanggungjawabkan sesuai kaidah yang berlaku,” kata Agusti Randi.(rfk/*r)
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id