Untuk melacak perkembangan El Nino, para ilmuwan mengukur suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis bagian timur-tengah. Suhu yang sangat tinggi tampaknya mengkonfirmasi prediksi awal peristiwa tahun ini bisa menjadi peristiwa besar.
Menurut NOAA, kondisi atmosfer juga sesuai dengan perkiraan El Nino akan berlangsung dalam periode yang cukup panjang.”El Nino adalah fenomena yang berpasangan, yang berarti perubahan yang kita lihat pada suhu permukaan laut harus diimbangi dengan perubahan pola atmosfer di atas Pasifik tropis,” kata laporan tersebut, dikutip dari Space.
Intensitas hujan dan awan yang lebih banyak di atas Pasifik tengah serta tekanan lemah di timur dan berkurangnya aktivitas angin pasat di barat menunjukkan sistem ini sedang aktif dan bahwa kondisi ini akan berlangsung selama musim dingin.
Lebih lanjut, suhu permukaan laut di Pasifik tropis bagian timur-tengah sepanjang Juli melebihi angka rata-rata pada 1991 hingga 2020 sebesar 1 derajat Celsius.
Suhu dari Mei hingga Juli (rata-rata tiga bulan yang disebut Indeks Oceanic Niño) juga 0,8 derajat Celsius lebih tinggi dari biasanya dan menandai Indeks Oceanic Niño yang lebih hangat dari rata-rata kedua kalinya secara beruntun.
“Kita perlu melihat lima angka rata-rata kuartal berturut-turut di atas ambang batas ini sebelum periode-periode ini dianggap sebagai ‘episode El Nino’ bersejarah,” kata NOAA.
Namun, kata lembaga tersebut, ada “peluang besar” Indeks Niño akan menyamai atau melampaui ambang batas untuk standar El Nino yang kuat.(rfk/ind)










